Skip to content

#Barang Baku

33 posts
— reads
Analisis Saham EMAS (Merdeka Gold Resources) Juli 2026

EMAS turun 8,57% di tengah dual listing HKEX dan rugi bersih yang melebar. Analisis fundamental, teknikal, dan valuasi saham EMAS di harga Rp5.600. Setelah Dual Listing di Hong Kong, Sanggupkah Tambang Pani Buktikan Diri?

— reads
Analisis Saham J Resources Asia Pasifik (PSAB) Juni 2026: Di Balik Laba Meledak dan Dividen Jumbo 19%

Laba PSAB melonjak 23x dan dividen Rp105 (yield ~19%) — tapi keduanya berasal dari jual tambang Doup. Bedah valuasi riil, teknikal, dan kualitas laba PSAB.

— reads
Analisis Saham KDTN (Puri Sentul Permai): Bukan Lagi Hotel, Sekarang Nikel — Di Tengah IHSG Babak Belur

KDTN di Rp735 sudah turun 61% dari ATH Rp1.870. Akuisisi Ruby Mining/Huayou Holdings rampung Q3 2026, RUPSLB 22 Juni. Tapi Rupiah tembus Rp18.133/USD dan IHSG anjlok ke 5.342 — saham nikel transformasi atau value trap?

— reads
MBMA di Titik Terendah: Murah Karena Fundamental atau Sekadar Ikut Terjun Bebas?

Analisis mendalam MBMA (Merdeka Battery Materials) di harga Rp478 — membahas teknikal, fundamental nikel terintegrasi, dampak MSCI outflow, kurs Rupiah, dan apakah ini momentum akumulasi atau perangkap.

— reads
Analisa Saham PSAB Q1 2026: Laba Meledak tapi Free Float Mepet dan Emas Kena Bea Keluar

Analisis mendalam PSAB (J Resources Asia Pasifik) di harga Rp476 — tambang emas dengan laba Q1 2026 luar biasa, tapi free float 7,49% dan regulasi bea keluar emas menciptakan dinamika yang tidak biasa.

— reads
Analisis Saham Vale Indonesia (INCO) Q1 2026

INCO di Rp4.730 — turun 40% dalam tiga bulan, baru saja dikeluarkan dari ISSI/JII/JII70. Laba Q1 2026 dua kali lipat. P/B hanya 1,04x. HPAL dua pabrik target selesai akhir 2026. Konsensus 15 analis: Strong Buy target Rp8.075.

— reads
Analisis Saham Amman Mineral (AMMN) Q1 2026: Fundamental Pulih Drastis, Tapi Teknikal Masih Mencekik

AMMN Q1 2026: laba bersih melonjak ke Rp2,7 triliun setelah smelter kembali beroperasi, namun harga saham sudah amblas 54% dari puncak dan RSI 18 belum konfirmasi reversal.

— reads
Analisis Saham Bumi Resources (BUMI) Q1 2026: Asing Net Buy Rp203 Miliar

BUMI Q1 2026: saham sudah -66% dari puncak, RSI ekstrem 16, dan asing justru net buy Rp203M. Namun P/E 42x, Altman Z-Score grey zone, dan zero dividen sejak 2012 membuat ini murni taruhan spekulatif pada diversifikasi emas-tembaga H2 2026.

— reads
Analisis Saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Mei 2026

MDKA –7,23% ke Rp2.180 dengan RSI 15,3 dan net foreign buy Rp54,7M terbesar hari ini. Operasional membaik: Pani first gold, saprolit MBMA +72%. Tapi Altman Z-Score 0,87, interest coverage 1,14x, dan FCF negatif memerlukan kehati-hatian ekstra.

— reads
Analisis Saham Timah (TINS) Q1 2026: ROE 27%, Laba Melesat 595% — Tapi Ancaman Royalti Juni 2026 Bisa Pangkas 20% Profit

TINS Q1 2026: laba bersih Rp1,5 triliun melampaui target 595%, ROE 27%, dan harga timah LME masih di USD55.000/ton. Namun rencana kenaikan royalti timah menjadi 5–20% per Juni 2026 menjadi risiko terbesar yang belum sepenuhnya dihitung pasar.